Kupu Biru
kau bilang hitam, ku bilang putih
kau suka merah, ku suka kuning
naik ke atas, turun ke bawah
belok ke kanan, belok ke kiri
aku menangis, aku tertawa
maju ke depan, mundur ke belakang
ku sudah lapar, aku masih kenyang
ku rasa haus, aku tak ingin minum
heiyo walaupun kita selalu beda
walaupun kita selalu berbeda
walaupun kita selalu tak sama
tapi kita gak boleh
aku mulai panas, aku kedinginan
mulai gak sabar, aku masih santai
aku kipas-kipas, aku pake jaket
aku sudah gerah, aku masih suci
aku mulai marah, aku tenang saja
aku merengut, aku senyum-senyum
darahku mendidih, darahku membeku
aku loncat-loncat, aku diam saja
heiyo walaupun kita selalu beda
walaupun kita selalu berbeda
walaupun kita selalu gak sama
tapi kita gak boleh berantem
aku suka langit, aku suka laut
aku mau terbang, aku suka nyelam
naik kapal terbang, naik kapal laut
biar cepat-cepat, biar pelan-pelan
aku berlari, aku jalan-jalan
aku buru-buru, aku lambat-lambat
aku naik kuda, aku naik onta
aku duluan, aku belakangan
heiyo walaupun kita selalu beda
walaupun kita selalu berbeda
walaupun kita selalu gak sama
tapi kita gak boleh
heiyo walaupun kita selalu beda
walaupun kita selalu berbeda
walaupun kita selalu gak sama
tapi kita gak boleh berantem berantem
kupu biru, kupu biru, kupu biru, kupu biru
ku bilang murah, aku bilang mahal
ku bilang bagus, aku bilang jelek
ku bilang panjang, aku bilang pendek
ku bilang jauh, aku bilang dekat
ku suka ramai, ku suka sepi
ku suka party, ku suka nyepi
aku berenang, aku berjemur
aku tenggelam, aku terbakar
heiyo walaupun kita selalu beda
walaupun kita selalu berbeda
walaupun kita selalu gak sama
tapi kita gak boleh berantem berantem
::PASSION::
Senin, 19 November 2012
Senin, 05 November 2012
my songs
Bidadari penyelamat
6.30 pagi .........
Aku sudah terbangun
Matahari bersinar .........
tapi tak terasa panas
Setan dalam hati tertawa
Teringat kejadian semalam
Semua bilang aku salah jalan
Tapi nggak ada satupun yang punya peta
Haripun berlalu .........
Tak sadar sudah tahunan
Kemana bidadariku pergi ............
Yang bisa menyelamatkanku
Seharusnya dia dari tadi .........
sudah berada disini
Malaikat di jiwa terbelenggu
Akal sehatku pun mati
Semua orang coba-coba mau menolong
Tapi terdengar seperti menggonggong
Haripun berlalu ............
Aku sudah kecebur semakin dalam
6.30 pagi .........
Aku sudah terbangun
Matahari bersinar .........
tapi tak terasa panas
Setan dalam hati tertawa
Teringat kejadian semalam
Semua bilang aku salah jalan
Tapi nggak ada satupun yang punya peta
Haripun berlalu .........
Tak sadar sudah tahunan
Kemana bidadariku pergi ............
Yang bisa menyelamatkanku
Seharusnya dia dari tadi .........
sudah berada disini
Malaikat di jiwa terbelenggu
Akal sehatku pun mati
Semua orang coba-coba mau menolong
Tapi terdengar seperti menggonggong
Haripun berlalu ............
Aku sudah kecebur semakin dalam
Kamis, 11 Oktober 2012
renungan
hal yang paling dekat dengan kita adalah kematian..
hal yang paling tajam adalah kata kata..
hal yang paling berat adalah menepati janji...
renungan.. fikirkan dengan otak dan tanyakan pada hati apa permasalahan kita...
hal yang paling tajam adalah kata kata..
hal yang paling berat adalah menepati janji...
renungan.. fikirkan dengan otak dan tanyakan pada hati apa permasalahan kita...
Selasa, 09 Oktober 2012
futsal
Futsal adalah permainan bola
yang dimainkan oleh dua tim, yang masing-masing beranggotakan lima
orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan
memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu
juga diizinkan memiliki pemain cadangan. Tidak seperti permainan sepak bola dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi garis, bukan net atau papan.
Peraturan
Luas lapangan
- Ukuran: panjang 25-43 m x lebar 15-25 m
- Garis batas: garis selebar 8 cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; 3 m lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau papan
- Daerah penalti: busur berukuran 6 m dari masing-masing tiang gawang
- Titik penalti: 6 m dari titik tengah garis gawang
- Titik penalti kedua: 10 m dari titik tengah garis gawang
- Zona pergantian: daerah 5 m (5 m dari garis tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan
- Gawang: tinggi 2 m x lebar 3 m
- Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif
Bola
- Ukuran: 4
- Keliling: 62-64 cm
- Berat: 0,4 - 0,44 kg
- Lambungan: 55-65 cm pada pantulan pertama
- Bahan: kulit atau bahan yang cocok lainnya (yaitu bahan tak berbahaya)
Jumlah pemain (per tim)
- Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 5, salah satunya penjaga gawang
- Jumlah pemain minimal untuk mengakhiri pertandingan: 2 (tidak termasuk cedera)
- Jumlah pemain cadangan maksimal: 7
- Jumlah wasit: 2
- Jumlah hakim garis: 0
- Batas jumlah pergantian pemain: tak terbatas
- Metode pergantian: "pergantian melayang" (semua pemain kecuali penjaga gawang boleh memasuki dan meninggalkan lapangan kapan saja; pergantian penjaga gawang hanya dapat dilakukan jika bola tak sedang dimainkan dan dengan persetujuan wasit)
- Dan wasit pun tidak boleh menginjak arena lapangan , hanya boleh di luar garis lapangan saja , terkecuali jika ada pelanggaran-pelanggaran yang harus memasuki lapangan
Lama permainan
- Lama normal: 2x20 menit
- Lama istiharat: 10 menit
- Lama perpanjangan waktu: 2x10 menit (bila hasil masih imbang setelah 2x20 menit waktu normal)
- Ada adu penalti (maksimal 5 gol) jika jumlah gol kedua tim seri saat perpanjangan waktu selesai
- Time-out: 1 per tim per babak; tak ada dalam waktu tambahan
- Waktu pergantian babak: maksimal 10 menit
etymology of pencak silat
Pencak silat was chosen in 1948 as a unifying term for the Indonesian
fighting styles. It was a compound of the two most commonly used words
for martial arts in Indonesia. Pencak was the term used in central and
east Java, while silat was used in Sumatra.
In modern usage, pencak and silat are seen as being two aspects of the
same practice. Pencak is the performance aspects of the martial art,
while silat is the essence of the fighting and self-defense. It is often
said by practitioners that there can be no silat without pencak, on the
other hand pencak without silat skills is purposeless.
anti korupsi..
jaman seakarng ini itu.. korupsi makinmerana.. daripejabat kelas teri hingga kelas kakap..
Positif thinking
Pikiran saya ibarat taman berisikan bunga-bunga bermekaran
yang semerbak mewangi, elok rupanya, dan disukai banyak orang. Di taman pikiran
saya, hanya tertanam hal-hal
positif yang memberi manfaat dan
menyebarkan kebaikan bagi orang banyak.
dan berharap dengan gagasan dan pendapat saya.. orang lain dapat mengerti, dan paham... :)
Langganan:
Komentar (Atom)